FINANCIAL JOURNAL
Dana Kredit Pegadaian Akan Naik 30 Persen
Selasa, 09 Agustus 2011 14.28 WIB
Financial Planner Vs Product Planner
Senin, 08 Agustus 2011 17.43 WIB
Pelaporan Dari Program Pensiun
Kamis, 04 Agustus 2011 09.40 WIB
Penyebab Dan Dampak Dari Inflasi
Jumat, 29 Juli 2011 18.45 WIB
Cost and Profit Centre
Selasa, 26 Juli 2011 14.26 WIB
Jenis-Jenis Investasi pada Aktiva Finansial
Senin, 11 Juli 2011 20.29 WIB
Bagaimana Menilai Kinerja Perusahaan
Selasa, 05 Juli 2011 14.20 WIB
What Is A Feasibility Study
Senin, 27 Juni 2011 14.20 WIB
‹ First  < 8 910 11 12 >  Last ›
Menghitung Break Even Point ( BEP ) di dalam Usaha Skala Kecil
   Oleh : Ana Setiawati



Senin, 06 Februari 2012 22.20 WIB
(Vibizmanagement – Finance) - Saat ini banyak bermunculan usaha skala kecil di sekitar kita, mulai dari usaha yang bergerak di bidang pangan , elektronika , bahan pokok, jasa , dan lain sebagainya. Hal ini adalah dampak dari semakin meningkatnya kebutuhan setiap orang dan harga kebutuhan pokok yang semakin menjulang. Untuk mencukupi itu semua maka sebagian orang memilih untuk memulai suatu usaha baru dalam rangka meningkatkan pendapatannya.  Apabila kita hendak memulai suatu usaha baru ; baik itu berupa usaha makanan, toko HP, usaha laundry , toko busana , dan sebagainya ; ada beberapa hal yang harus kita perlu perhatikan yang akan berguna untuk keberhasilan usaha kita , diantaranya :

1. Merencanakan  dengan teliti jenis usaha yang akan dijalani dan berapakah dana yang diperlukan untuk membuka suatu usaha . Mulai dari biaya sewa tempat usaha, membeli peralatan / perabotan , membayar upah karyawan dan hal-hal lain.

2. Membuat suatu proyeksi mengenai  :
a. Berapa volume penjualan yang diperlukan supaya dapat menutup seluruh biaya-biaya yang timbul di dalam suatu usaha. Ini dikenal dengan istilah Break Even Point (biasa disingkat BEP) dimana seluruh biaya yang timbul sama dengan total penjualan yang diperoleh, sehingga pengusaha tidak memperoleh keuntungan maupun kerugian .
b. Berapa volume penjualan yang diperlukan supaya kita dapat memperoleh laba yang kita inginkan / targetkan.
Untuk dapat membuat proyeksi tersebut tentunya kita perlu mengetahui bagaimana cara menghitung Break Even Point .

Dalam membuat perhitungan BEP, yang pertama harus kita lakukan adalah menetapkan 3 elemen dari rumus BEP yaitu :

1. Fixed Cost (Biaya tetap) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat usaha, perabotan, komputer dll. Biaya ini adalah biaya yang tetap kita harus keluarkan walaupun kita hanya menjual 1 unit ,100 unit atau tidak ada sama sekali.

2. Variable cost (biaya variable) yaitu biaya yang timbul dari setiap unit penjualan contohnya setiap 1 unit terjual, kita perlu membayar komisi , biaya antar, biaya kantong plastic, biaya nota penjualan,kemasan, dll

3. Harga penjualan yaitu harga yang kita tetapkan untuk setiap barang / jasa  yang kita jual ke konsumen.

Ada 2 rumus yang dapat kita pakai di dalam menghitung Break Even Point yaitu :

1. Rumus BEP untuk menghitung berapa unit yang harus kita jual agar terjadi Break Even Point :

Total Fixed Cost
__________________________________
Harga jual per unit dikurangi variable cost

Contoh :
Fixed Cost suatu toko Voucher pulsa : Rp.200,000,-
Variable cost Rp.5,000 / unit
Harga jual Rp. 10,000 / unit

Maka BEP unitnya adalah :

Rp.200,000        =  40 units
10,000 – 5,000

Artinya kita perlu menjual 40 unit voucher pulsa agar terjadi break even point. Pada penjualan unit ke 41, maka toko itu akan mulai memperoleh keuntungan.

2. Rumus BEP untuk menghitung berapa uang penjualan yang perlu diterima agar terjadi BEP :

Total Fixed Cost
__________________________________ x Harga jual / unit
Harga jual per unit dikurangi variable cost

Dengan menggunakan contoh soal sama seperti diatas maka uang penjualan yang harus diterima agar terjadi BEP adalah :

Rp.200,000       x  Rp.10,000 = Rp.400,000,-
10,000 – 5,000

Dengan memahami prinsip BEP tersebut maka kita akan dapat merencanakan dan mengelola usaha kita dengan baik dan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

(AS/IC/vbm)

Bookmark and Share
Berita Terkait :
- 5 Langkah Dalam Melayani Pelanggan Dengan Lebih Baik
- Apabila Terjadi Fraud dalam Proses Kredit


COMMENT
Thanks ya buat teorinya..bisa diaplikasikan dalam bisnis nih...supaya lebih menguntungkan..
even
2012-03-13 21:34:37
LEAVE A COMMENT

       
Nama * :  
Email * : (tidak ditampilkan)
Website : (tanpa http:// )
Comment :  
Code * :  
     
     
Journal Column Experts
News Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
News Journal Column Experts
News Journal Column Experts
Journal Column Experts