Perencanaan Pajak Menurut Metode Penyusutan
   Oleh : Wimpy Tjahya



Sabtu, 14 Januari 2012 15.30 WIB
(Vibizmanagement – Tax) - Penyusutan adalah alokasi  jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi (PSAK No.17). Penyusutan merupakan alokasi biaya ketika terjadi pembelian aktiva selama masa manfaat. Ketika suatu perusahaan memperoleh aktiva maka tidak langsung pada periode yang sama langsung diakui biaya secara keseluruhan. Apabila hal itu dilakukan maka biaya perusahaan pada periode tersebut akan kebesaran, sehingga tidak mencerminkan operasional yang sewajarnya. Maka dari itu biaya atas pembelian aktiva akan dibebankan selama periode masa manfaatnya.

Dalam mengalokasikan biaya penyusutan atas suatu aktiva terdapat beberapa metode penyusutan menurut PSAK 17,

Berdasarkan waktu :

Metode garis lurus
Metode garis lurus ini tepat digunakan apabila manfaat ekonomis yang diharapkan dari aktiva tetap tersebut setiap periode sama
Metode pembebanan yang menurun
Metode pembebanan menurun ini tepat digunakan apabila manfaat ekonomis yang diharapkan dari aktiva tetap tersebut selalau menurun setiap periode
Metode jumlah angka tahun
Metode ini adalah salah satu metode penyusutan yang dipercepat. Dasar penyusutan dalam metode ini sama dengan metode garis lurus yaitu taksiran nilai buku aktiva (Nilai perolehan-taksiran residu)
Metode Saldo menurun
Metode jumlah menurun ini akan menghasilkan beban penyusutan yang menurun setiap periode

Berdasarkan penggunaan:
Metode jam jasa
Metode ini didasarkan pada anggapan bahwa aktiva (terutama mesin-mesin) akan lebih cepat rusak bila digunakan sepenuhnya (full time)
Metode jumlah unit produksi
Dalam metode ini umur kegunaan aktiva ditaksir dalam satuan jumlah unit hasil produksi

Ada banyak metode yang diatur dalam PSAK, sehingga manajemen perusahaan akan menentukan metoda mana yang cocok untuk diadopsi dalam mencatat biaya penyusutan aktiva tetap.
Menurut Pajak berdasarkan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000, metode penyusutan Yang diakui menurut pajak adalah Metode Garis Lurus dan Metode Saldo Menurun.

Berikut adalah table penyusutan menurut pajak :


Pajak hanya mengakui 2 metode penyusutan, jadi perusahaan diberikan kebebasan dalam menentukan metode penyusutan menurut PSAK, namun pada akhir periode ketika membuat SPT perusahaan harus menghitung kembali dengan menggunakan metode penyusutan menurut pajak. Setelah itu selisih antara biaya penyusutan menurut Akuntansi dan Pajak akan dikoreksi fiscal dan diakui sebagai perbedaan temporer (beda waktu). Keputusan menggunakan metode garis lurus ataupun saldo menurun perlu analisa dari manajemen perusahaan. Ketika perusahaan menggunakan metode saldo menurun maka yang terjadi adalah pada tahun pertama biaya penyusutan yang diakui akan besar, diiringi jumlah yang menurun pada tahun berikutnya. Sedangkan jika menggunakan metode garis lurus biaya penyusutan yang diakui akan konstan setiap tahunnya.

Contoh penggunaan metode saldo menurun :

Sebuah mesin dibeli dan ditempatkan pada bulan Januari 2000 dengan harga perolehan Rp 150.000.000,00. Masa manfaat mesin tersebut adalah 4 tahun (tarif penyusutannya 50%). Maka perhitungan penyusutannya adalah sbb :

Contoh penggunaan metode garis lurus :

Sebuah gedung yang harga perolehannya Rp 100.000.000,00 dan masa manfaatnya 20 tahun, penyusutannya setiap tahun adalah sebesar Rp 5.000.000,00 (= Rp 100.000.000,00 / 20)
Manajemen perlu menganalisa apakah perencanaan pajak yang akan dilakukan dengan penggunaan metode penyusutan atas aktiva yang ada. Apakah  aktiva tersebut hendak dibebankan pada awal tahun, ataukah menggunakan pengakuan biaya penyusutan yang tetap setiap tahunnya selama masa manfaat.

(WT/IC/vbm)
Bookmark and Share
Berita Terkait :
- Pemeriksaan Pajak
- Maraknya Faktur Pajak Tidak sah Dikalangan Wajib Pajak
- Dampak Revaluasi Aset Dalam Penyajian Laporan Keuangan


COMMENT
LEAVE A COMMENT

       
Nama * :  
Email * : (tidak ditampilkan)
Website : (tanpa http:// )
Comment :  
Code * :  
     
     
Journal Column Experts
News Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
News Journal Column Experts
News Journal Column Experts
Journal Column Experts